mtsn2mataram_inmas- Jum’at pagi (26/4/2019) MTsN 2 Mataram melaksanakan acara lepas pisah untuk kelas IX setelah selesai mengikuti seluruh rangkaian ujian mulai ujian UAMBNBK, USBN BK, USBN/UM dan terakhir ujian nasional berbasis kompetensi (UNBK) selama empat hari sejak tanggal 22 hingga 25 April 2019. Kegiatan yang diikuti seluruh civitas MTsN 2 Mataram mulai dari dewan guru, staff karyawan dan seluruh siswa dari kelas VII sampai kelas IX, turut hadir dalam kegiatan tersebut seluruh wali murid dari kelas IX yang berjumlah 219 orang ikut memadati lapangan Madrasah yang telah dipasangkan terop.

Acara yang dibuka oleh pemandu acara Siti Zuraida, S.PdI membacakan susunan acara diawali dengan sari Tilawah Al-Qur’an dibacakan oleh Lalu Muzakkir Yasin salah satu siswa MTsN 2 Mataram masih duduk di Kelas VIII D, selanjutnya penyampaian kesan dan pesan oleh perwakilan siswa kelas IX Sofian Hadi, sambutan sekaligus pelepasan oleh Kepala MTsN 2 Mataram dan sambutan sekaligus penerimaan kembali siswa Kelas IX oleh salah satu wali murid Teddy Rusdi.

Dalam kesan dan pesannya Sofian Hadi menyampaikan selama tiga tahun ia menimba ilmu bahwa MTsN 2 Mataram sangat memprioritaskan pendidikan akhlak melalui pembiasaan baca Qur’an dan sholat Dhuha sebelum memulai belajar, menyalurkan minat dan bakat siswa melalui berbagai macam kegiatan ekstrakurikuler seperti PMR dan Pramuka yang telah banyak menorehkan prestasi dan guru-guru disini mengajar membimbing kami dengan tegas dan ikhlas.

“Maka melalui kesempatan ini mewakili teman-teman kelas IX kami sangat berterimakasih kepada Kepala Madrasah, guru-guru yang selalu dengan sabar dan ikhlas membimbing dan mengajarkan kami selama tiga tahun, semoga apa yang apa bapak ibu guru berikan kepada kami menjadi amal ibadah yang diganjar pahala mengalir oleh Allah SWT dan kami berharap semoga apa yang kami dapatkan di MTsN 2 Mataram bisa bermanfaat dan mampu kami terapkan disekolah baru tempat kami belajar”, ungkap Sofian yang pernah menjabat Ketua Osis periode tahun 2018.

Kepala MTsN 2 Mataram H. Marzuki, M. Pd dalam sambutannya mengungkapkan bahwa lepas pisah Kelas IX diadakan dengan penuh kesederhanaan tidak dengan bermegah-megah. “Sederhana bukan berarti merupakan sebuah kehinaan dan kemegahan itu belum tentu juga sebuah kemewahan, sederhana itu sesungguhnya adalah sebuah ibadah”, tuturnya.

H. Marzuki menambahkan alasan mengapa perpisahan kelas IX diadakan dengan sederhana adalah karna mengingat akan dekatnya bulan Puasa Ramadhan dimana pada bulan tersebut siswa kelas VII dan VIII harus menuntaskan pembelajaran, usai lebaran akan menghadapi ujian semester kenaikan kelas. “Selain alasan tersebut juga untuk menghindari euforia yang berlebihan, yang banyak menghabiskan biaya dan agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari”, Jelas H. Marzuki.

Sebelum mengakhiri sambutannya H. Marzuki tak lupa mengungkapkan terima kasihnya kepada orang tua wali murid yang sudah melangkahkan kaki untuk menghadiri lepas pisah anak-anak kita yang kelas IX, “maka mengakhiri sambutan saya ini selaku kepala MTsN 2 Mataram pada hari ini tanggal 26 April 2019 secara resmi kami menyerahkan kembali siswa-siswa kelas IX berjumlah 219 orang kepada bapak ibu wali murid”, tutupnya.

Sementara Teddy Rusdi mewakili wali murid senada dengan apa yang disampaikan oleh Kepala MTsN 2 Mataram, ia mengungkapkan terima kasih kepada seluruh dewan guru yang memberikan ilmunya dengan penuh ikhlas, ikhlasnya sedalam lautan setinggi langit. Menurutnya apa yang diberikan secara langsung atau tidak kepada anak-anak kami akan terasa nanti ketika mereka sudah besar memasuki umur dewasa walaupun mereka pada saat belajar mungkin bertingkah laku nakal namun dengan keikhlasan dan doa bapak ibu guru pasti akan menjadi anak-anak yang sukses, kelak pasti ada yang jadi dokter, polisi, tentara, duduk di kursi DPR bahkan mungkin nanti ada yang jadi Presiden, amin, ungkap Teddy Kepala MIN 2 Kota Mataram.

Acara lepas pisah diakhiri dengan serah terima kartu pelajar secara simbolis oleh Kepala MTsN 2 Mataram kepada orang tua wali murid yang diwakili oleh Teddy Rusdi sebagai tanda bahwa pihak madrasah lepas bimbingan dan sepenuhnya dikembalikan kepada orang tua masing-masing untuk melanjutkan pendidikan siswa ke jenjang yang lebih tinggi. (@ruslanwahid)