Guru atau Pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, serta melakukan bimbingan dan pelatihan. Hal tersebut terkait dengan kebijakan pemerintah dalam rangka mengembangkan profesionalisme guru atau profesionalisme tenaga pendidik. Untuk mengetahui sejauh mana tugas dan kewajiban guru atau pendidik dalam penerapannya dilapangan maka perlu adanya kontrol atau pengawasan serta pembinaan baik dari kepala sekolah, maupun dari Pengawas Pendidikan salah satunya melalui supervisi.

Sebagaimana dilakukan kegiatan Supervisi Bersama (MI, MTs, dan MA) di MTsN 2 Mataram pada Kamis (6/9/2018) oleh Tim Supervisi Pengawas Madrasah tingkat MTs dan MA lingkup Kementerian Agama Kota Mataram antaranya Ketua Pokjawas Pendidikan Madrasah Drs. Zaenuri,M, M.Pd, Pengawas Pembina Hj. Siti Rubianingsih, SE, M.Pd dan beberapa anggota Dra Hj. Rahimah, M.Pd, Kasman, S.Pd, M.Pd dan M. Isnaeni, S.Ag, M.PdI

Kegiatan supervisi dilaksanakan secara bersama (MI, MTs dan MA) ini betujuan untuk memberikan pembinaan dan perbaikan, bukan untuk mencari kesalahan dan kelemahan para guru, bagaimanapun juga ini akan menjadi contoh bagi madrasah swasta lain terutama untuk madrasah anggota KKM. Ungkap Ketua Pokjawas Pendidikan Madrasah pada saat memberikan sambutannya di hadapan para dewan guru MTsN 2 Mataram.

Dijelaskan Zaenuri, supervisi yang dilakukan pengawas terdiri dari administrasi buku kerja guru baik buku kerja 1, 2, 3 dan buku kerja 4. Selain itu pengawasan pada saat proses belajar mengajar dan proses penilaian. “Apa yang kita amati ini bisa dijadikan referensi untuk memberikan tanggapan dan saran agar pada proses belajar mengajar selanjutnya lebih baik,” ucapnya.

Dikatakan, dengan adanya supervisi, para guru diharapkan dapat memahami perubahan regulasi yang terjadi pada kurikulum 2013 edisi revisi 2018, yang memunculkan istilah-istilah baru, seperti dulunya dinamakan perangkat pembelajaran sekarang buku kerja guru, mid semester berubah menjadi PTS (penilaian tengah semester), ujian akhir semester menjadi PAS (Penilaian akhis semester) dan masih banyak lagi perubahan istilah yang perlu diketahui oleh para guru-guru.

Dari hasil supervisi dan pembinaan ini dinyatakan 95% buku kerja guru-guru MTsN 2 Mataram lengkap, namun ada beberapa catatan yang harus diperbaiki diantaranya keseragaman format perincian minggu efektif, sistematika penyusunan RPP, gerakan literasi pada proses belajar minimal 15 menit sebelum kegiatan inti dan penentuan Kriteria Belajar Minimal (KBM) menggunakan rentang nilai 0 – 100. penilaian, baik penilain pengetahuan, sikap dan keterampilan begitu pula dengan penentuan Kriteria Ketuntasan Mininal (KKM).

Sementara Kepala MTsN 2 Mataram Drs. H. Marzuki, M.Pd menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada tim supervisi atas kunjungannya dan melakukan pembinaan. Dengan adanya Supervisi dan Pembinaan Pengawas ini memberikan bekal dan pengetahuan bagi guru yang di supervisi serta membawa dampak positif bagi semua dewan guru melalui sosialisasi dan review yang dilakukan setelahnya pada rapat dewan guru maupun MGMP sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini.

“Mudah-mudahan apa yg diprogramkan ini berjalan sesuai dengan harapan dan mudahan proses pembelajaran di MTsN 2 Mataram dan secara keseluruhan di Kota Mataram akan menjadi lebih baik pasca supervisi ini”, harapnya. (Lan)

 

Tags: , , , , ,