Mataram — MTs Negeri 2 Mataram kembali menggelar pesta demokrasi melalui pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Organisasi Siswa Intra Madrasah (ORSIMA) Tahun Pelajaran 2026/2027. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda penting dalam kalender akademik tahunan sekaligus menjadi ruang bagi peserta didik untuk belajar secara langsung mengenai proses demokrasi, kepemimpinan, tanggung jawab, dan pengambilan keputusan.
Pemilihan ORSIMA tidak hanya dimaknai sebagai agenda pergantian kepengurusan organisasi siswa. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi bagian dari proses pembelajaran bagi siswa untuk berani menyampaikan gagasan, menentukan pilihan, menghargai perbedaan, serta menjalankan hak dan tanggung jawabnya sebagai bagian dari warga madrasah.
Seperti pelaksanaan pada tahun sebelumnya, MTs Negeri 2 Mataram membentuk kepanitiaan penyelenggara pemilihan yang terdiri atas KPU (Komisi Pemilihan Umum), Bawaslu (Badan Pengawasan Pemilu), dan DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu). Masing-masing unsur memiliki tugas dalam mengawal tahapan pemilihan agar dapat berlangsung secara tertib, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
Setelah melalui tahapan pendaftaran dan verifikasi bakal calon, ditetapkan tiga pasangan calon Ketua dan Wakil Ketua ORSIMA MTs Negeri 2 Mataram Tahun Pelajaran 2026/2027. Ketiga pasangan tersebut kemudian mendapatkan nomor urut sebagai berikut:
Nomor Urut 1, Baiq Siti Syaufani sebagai calon Ketua dan Baiq Kalila Maiza Pratiwi sebagai calon Wakil Ketua.
Nomor Urut 2, M. DelvinDalvin Alfha Pasonday sebagai calon Ketua dan Intan Silvia Anggraeni sebagai calon Wakil Ketua.
Nomor Urut 3, Ahmad Zidan Algotsani sebagai calon Ketua dan Nayyara Ramdhani sebagai calon Wakil Ketua.
Rangkaian tahapan pemilihan mulai memasuki agenda penting pada Jumat, 25 September 2026. Ketiga pasangan calon mengikuti debat kandidat Ketua dan Wakil Ketua ORSIMA sebagai ruang untuk menyampaikan gagasan, visi, misi, serta program yang akan mereka bawa apabila mendapatkan kepercayaan dari warga madrasah.
Debat tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi para pemilih untuk mengenal lebih jauh gagasan dan program masing-masing pasangan calon sebelum menentukan pilihan. Dalam prosesnya, para peserta didik diharapkan dapat menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab dan tidak menjadikan perbedaan pilihan sebagai alasan untuk memecah kebersamaan di lingkungan madrasah.
Setelah pelaksanaan debat, tahapan pemilihan akan dilanjutkan dengan pencoblosan yang dijadwalkan pada Senin, 28 September 2026. Seluruh rangkaian tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman nyata kepada siswa mengenai bagaimana sebuah proses demokrasi dilaksanakan secara terorganisasi dan bertanggung jawab.
Kepala MTs Negeri 2 Mataram, Lalu Istiqlal, S.Ag., menyampaikan bahwa pemilihan ORSIMA merupakan kesempatan bagi siswa untuk belajar mengambil keputusan sekaligus mengenal proses kepemimpinan sejak berada di lingkungan madrasah.
Menurutnya, siapa pun yang nantinya mendapatkan amanah sebagai Ketua dan Wakil Ketua ORSIMA harus mampu menjadikan organisasi sebagai wadah untuk membawa gagasan positif dan membangun kebersamaan di antara seluruh siswa.
“Pemilihan ini bukan sekadar menentukan siapa yang akan menjadi Ketua dan Wakil Ketua ORSIMA. Yang lebih penting adalah bagaimana anak-anak belajar menyampaikan gagasan, menghargai pilihan orang lain, menerima hasil dengan lapang dada, serta menjalankan amanah ketika mendapatkan kepercayaan,” ujarnya.


