Mataram-Rangkaian acara HAN (Hari Anak Nasional) Tingkat Provinsi NTB (Nusa Tenggara Barat) 2022 sampai pada puncak acara. (28/07/2022) Acara yang dihadiri pemerintah setempat dalam hal ini Gubernur NTB yang diwakili oleh Asisten I, Ir. Mardani Mukaram, kemudian ketua TP PKK (Tim Penggerak Peningkatan Kesejahteraan Keluarga) Hj. Niken Saptarini Widyawati, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), Dra. T. Wismaningsih Drajadyah dan beberapa pejabat-pejabat terkait. Melaksanakan HAN dengan tema “Anak Tangguh, NTB Gemilang, Indonesia Lestari”. Kegiatan digelar di Panggung Terbuka Taman Budaya, Mataram, NTB.

Kegiatan yang dihadiri ratusan anak-anak dari sepuluh Kabupaten/Kota, dimeriahkan dengan penampilan musik tradisional gendang beleq, tari tradisional, pembacaan puisi, percussion, dan Senam Raih Mimpi (senam khas HAN) yang dimana penampilannya adalah perwakilan seluruh pelajar se-NTB. Untuk Senam Raih Mimpi, siswa-siswi MTsN 2 Mataram ikut andil yang diwakili oleh Ulul Azmi, Reiysah Fitriani, Nadhia Aziziria Putri, Glenys Oktavia Putri, Nezha Anazovha.

Banyak rangkain acara dalam puncak peringatan HAN tingkat provinsi 2022 namun yang paling memarik adalah anak-anak NTB melakukan sesi curhat (curahan hati) bersama Ketua TP PKK NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati atau akrab disapa Bunda Niken. Mereka menyuarakan kegelisahan-kegelisahan yang mereka rasakan selama ini. Harapannya, kegelisahan mereka itu dapat ditindaklanjuti dan diberikan perhatian oleh Pemerintah Daerah Provinsi NTB.

Salah satu anak yang hadir pada acara itu menyampaikan bahwa dirinya berharap teman-teman mereka yang sudah terlanjur menikah dini diberikan fasilitas untuk mendapatkan pendidikan yang baik. Sehingga masa depan mereka dapat terjamin. Selain itu, anak-anak juga berharap adanya program pemerintah yang memihak hak-hak anak.

Ketua Tim Penggerak PKK NTB, Bunda Niken memberikan tanggapannya. Dia sangat mengapresiasi bahwa anak-anak dapat mencurahkan isi hatinya kepada pemerintah. Hal itu sangat dibutuhkan, sehingga Pemda dapat mengetahui program apa saja yang dapat dilakukan dan yang dapat diperbarui.

“Upaya pencegahan pernikahan dini sudah dilakukan dengan memberikan batasan minimal usia perkawinan, yaitu 19 tahun ke atas, selain itu juga untuk anak-anak yang sudah terlanjur menikah di usia dini ada program kejar Paket A untuk SD, Paket B untuk SMP dan Paket C untuk SMA,” ujar Bunda Niken menanggapi.

Dalam kesempatan itu, Bunda Niken mengapresiasi semua curhatan dari anak-anak yang hadir pada perayaan HAN 2022 di Taman Budaya Provinsi NTB. Dia mengaku sangat senang anak-anak bisa terbuka memberikan curahan isi hatinya.

Sementara itu, asisten I, Ir. Madani Mukarom dalam sambutannya mengungkapkan, “Hari Anak Nasional NTB adalah sebagai momentum untuk terus memperjuangkan hak-hak anak di NTB agar menjadikan anak-anak sebagai generasi tangguh menuju generasi Emas NTB.”

Kepala DP3AP2KB Provinsi NTB Wismaningsih Drajadyah juga turut mengapresiasi kegiatan tersebut. Dia sangat bangga terhadap anak-anak NTB. Harapannya kedepan tidak ada lagi pernikahan dini dan anak-anak NTB bisa mendapatkan masa depan yang gemilang.

Ditemui di tempat yang berbeda, Kepala MTsN 2 Mataram menuturkan, “Anak adalah anugerah yang paling indah dari Allah bagi semua orang tua.

Dengan kehadiran anak keluarga menjadi termotivasi dan bahagia dalam menjalankan kehidupan ini, untuk itu di Hari Anak Nasional tidak ada lagi cerita yang kita dengar tentang anak yang disakiti bahkan dibantai oleh orang tuanya sendiri. Bahagiakan anak karena bahagianya anak dunia pun menjadi tersenyum.

Kepala Kemenag Kota Mataram Drs. H. Muhammad Amin, M.Mpd juga menyampaikan, “Bahwa Hari Anak Nasional ini, dijadikan momentum untuk mendengar dan mewujudkan hak-hak anak. Jangan hanya didengar tapi mari kita berusaha mewujudkan dengan membuat aturan-aturan yang pro anak atau ramah anak. ”

Yaumul (Tim Humas MTs.N 2 Mataram)