Mataram – Dinas Pariwisata Lombok Barat menggelar Festival Tari Kreasi Daerah 2021 Tingkat Provinsi NTB yang dihelat di Grand Ballroom Hotel Aruna Senggigi. Kegiatan lomba ini berlangsung sehari hari ini Sabtu, 23 Oktober 2021 dimulai pada pukul 08.00 hingga selesai.

Ada 30 peserta dari berbagai sanggar yang akan menunjukkan aksi koreografinya di festival yang bertema Art Reborn’. Kegiatan ini juga dinilai sebagai bentuk kerinduan pelaku seni tari untuk mengasah kreativitasnya, setelah sekian lama vakum akibat pandemi Covid-19.

Ketua Panitia atas nama Dinas Pariwisata Lombok Barat dalam sambutannya membuka Festival Kreasi Tari Daerah menyampaikan bahwa, festival ini merupakan bagian dari upaya memantik motivasi para pelaku seni untuk bangkit setelah sekian lama terhenti akibat pandemi.

Festival ini juga menjadi wadah pelaku seni tari untuk menunjukkan gerakan kereografi terbaiknya.

Festival ini diharap mampu mengobati kerinduan yang panjang bagi pelaku seni setelah sekian lama terhenti. Ini juga memotivasi kita untuk bangkit dari keterpurukan dan kebekuan kreativitas sesuai tema pada festival kali ini yakni “Art Reborn” yang bermakna hadirnya kembali kreasi seni di Nusa Tenggara Barat akibat sekian lama pandemi melanda.

Ketua panitia kegiatan berharap para peserta yang tampil bisa bersaing dengan sehat. Terpenting, kata dia tetap menjaga sportivitas. Semoga peserta bisa menunjukkan kebolehannya. Banyak peserta yang datang juga dari luar daerah untuk mengikuti kegiatan ini,” ucapnya.

Keikutsertaan Sanggar Seni MTs.N 2 Mataram pada festival kali ini merupakan pengalaman berharga, di mana siswi  atas nama Titia Reva Arya Kamalya kelas 8 E dan Nayla Adlya Fitri kelas 8 D mengakui bahwa festival ini merupakan pengalaman pertama menari di depan juri dan di tonton banyak orang. Jadi, rasa nervous itu pasti namun yang terpenting adalah fokus pada gerakan tarian dan irama musik pengiring yang sudah kami kuasai dalam latihan selama satu bulan.

Demikian juga diungkapkan pelatih sekaligus pembina Sanggar Seni MTs.N 2 Mataram Ibu Mulia Ayu Astari, S.Pd. “Yang terpenting bagi anak-anak adalah pengalaman tampil di muka umum, momentum uji mental atas potensi yang dimiliki dengan segenap persiapan yang dilalui selama satu bulan dengan volume pertemuan 3 kali dalam seminggu. Menyaksikan peserta yang lain tampil di panggung merupakan media pembelajaran yang sangat berarti sehingga ke depan anak-anak diharapkan dapat mengambil pelajaran dari peserta yanh lain untuk menumbuhkan kepercayaan diri.

Sementara kepala madrasah Bapak Sumber Hadi, M.Ag mengungkapkan kebahagiaannya atas partisipasi siswi MTs.N 2 Mataram pada Festival Seni Tari kali  ini. Keikutsertaan dua siswi ini merupakan sebuah pembuktian atas keragaman potensi yang dimiliki siswa/i jika terus digali dan dikembangkan. Karena tugas sesungguhnya lembaga pendidikan adalah menemukan dan mengembangkan potensi siswa/i seiring perkembangan zaman. Menjadi pembuktian bahwa MTs.N 2 Mataram serius dalam menggali potensi siswa dibidang seni. Terlebih dua siswi ini merupakan satu-satunya peserta yang mewakili madrasah di ajang Fesrival Seni Tari Tingkat Provinsi.

Persoalan menjadi juara atau tidak pada setiap kompetisi merupakan hal biasa, yang terpenting adalah hadirnya siswi madrasah pada ajang kreativitas seni, terlebih pada Festival Kreasi Seni Tari Daerah Tingkat Provinsi, sebagai pembuktian bahwa siswa/imadrasah juga memiliki talenta dan bakat berkesenian. Itulah point penting hari ini sebagai langkah awal menapaki prestasi berkesenian di masa yang akan datang tutupnya.

Tim Humas MTs.N 2 Mataram