Kemenag Kota Mataram Dorong Transformasi Kompetensi Nazir dan Penguatan Ekosistem Wakaf Uang di MTs.N 2 Mataram

MATARAM – Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Mataram terus berkomitmen memperkuat tata kelola ekonomi syariah berbasis kemasyarakatan melalui transformasi kompetensi Nazhir wakaf dan penguatan ekosistem wakaf uang di wilayah Kota Mataram. Langkah strategis ini diambil guna mengoptimalkan potensi wakaf yang dinilai sangat besar dalam mendukung pembangunan sosial dan pendidikan. Kegiatan ini diselenggarakan di MTs.N 2 Mataram pada Selasa, 7 Oktober 2026 yang dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Mataram Bapak H. Hamdun, S.Ag.,M.Ag.

Dalam sambutannya Kepala MTs.N 2 Mataram Bapak Lalu Istiqlal, S.Ag. menyampaikan atas nama keluarga besar MTsN 2 Mataram menyampaikan rasa terima kasih yang setinggi-tingginya dan apresiasi yang mendalam atas perkenan Bapak Kepala Kankemenag Kota Mataram untuk hadir langsung di tengah-tengah kita hari ini.

Kehadiran Bapak Kepala Kankemenag Kota Mataram di MTsN 2 Mataram ini bukan sekadar agenda kunjungan biasa, melainkan menjadi bukti nyata dari perhatian, kepedulian, serta dukungan penuh beliau terhadap kemajuan dan perkembangan madrasah kita. Kehadiran beliau tentu menjadi motivasi dan penyemangat bagi kita semua, baik jajaran pendidik maupun tenaga kependidikan, untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan dan kinerja di lingkungan MTsN 2 Mataram.

Kami berharap, arahan, bimbingan, serta sosialisasi yang disampaikan oleh Bapak Kepala Kantor hari ini dapat kita serap dan laksanakan bersama dengan penuh tanggung jawab demi kemajuan institusi dan kemaslahatan umat ungkap beliau menutup sambutannya.

Ikut serta dalam kegiatan tersebut Bapak H.M Nasir, S.Ag., M.Pd selaku Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Penmad) Kemenag Kota Mataram.

Dalam sambutannya Bapak H. Nasir memulai sambutannya “Bapak dan Ibu pendidik yang luar biasa”, dalam kesempatan yang baik ini, saya ingin mengajak kita semua untuk kembali menata niat di dalam dada. Pekerjaan kita di madrasah ini adalah ibadah. Oleh karena itu, mari kita tanamkan niat yang ikhlas dan rasa bahagia dalam setiap langkah tugas kita. Ingatlah bahwa kita berada di jalan belajar tanpa akhir (long-life learning); tidak ada kata berhenti untuk terus memperbaiki diri.

Jadikan pula lingkungan tempat kita mengabdi ini seperti tempat bertamasya. Bekerja di madrasah hendaknya terasa seperti bertamasya di tempat tugas, sehingga suasana kerja yang tercipta selalu nyaman, damai, dan menyenangkan bagi kita semua.

Tentu, dalam perjalanan tugas sehari-hari, tidak pernah ada jalur yang sepenuhnya mulus. Pasti ada dinamika dan hambatan. Namun, mari kita ubah cara pandang kita: apapun masalah yang terjadi, anggaplah itu sebagai medan outbound yang menantang.

Medan outbound itu menjadi menarik justru karena variasi jalurnya. Ada saatnya kita melewati jalan yang mendatar dan tenang, namun ada kalanya kita harus menerjang jalan yang terjal dan meliuk. Jalan terjal itulah tantangan nyata yang harus kita lewati—bukan dengan rasa mengeluh, melainkan dengan semangat tinggi untuk menyelesaikan setiap rintangan dan tiba di garis akhir dengan selamat serta membawa kemenangan.

Mari kita jadikan setiap tantangan di tempat tugas sebagai sarana untuk mendewasakan diri dan memperkuat kebersamaan. Tetap semangat, jaga kekompakan, dan terus berikan yang terbaik untuk kemajuan pendidikan madrasah kita tutupnya.

Dalam sambutan dan arahannya, Kepala Kantor kemenag Kota Mataram menyampaikan bahwa wakaf uang merupakan salah satu potensi instrumen ekonomi syariah yang sangat strategis. Berbeda dari wakaf barang tidak bergerak seperti tanah atau bangunan, wakaf uang memberikan kemudahan partisipasi bagi siapa saja tanpa harus menunggu memiliki aset besar.

Beliau menyampaikan juga Poin utama yang perlu menjadi renungan kita bersama bahwa: Pertama, Edukasi Nilai: Mengenalkan konsep wakaf produktif sejak dini kepada para pendidik, tenaga kependidikan, dan siswa. Kedua, Akuntabilitas & Transparansi: Pengelolaan dana wakaf uang dilakukan secara profesional dan akuntabel melalui Nazhir yang terpercaya untuk memastikan nilai pokok wakaf tetap utuh. Ketiga, Dampak Sektor Pendidikan: Hasil pengelolaan wakaf produktif dialokasikan untuk pembiayaan beasiswa siswa berprestasi/kurang mampu, pengembangan fasilitas belajar, serta program keagamaan madrasah ungkap beliau menutup sambutannya.

Kepala MTsN 2 Mataram menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini dan berkomitmen untuk mendukung gerakan sosialisasi serta pembiasaan berwakaf di lingkungan sekolah. Acara sosialisasi ini berjalan dengan lancar dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif dan ditutup dengan doa.

Scroll to Top