Inmas_mtsn2mataram,  Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional Berbasis Komputer (UAMBN-BK) tahun pelajaran 2018/2018 resmi dimulai sejak hari Rabu 20 Maret 2019 hingga Jum’at 23 Maret 2019 mendatang secara Nasional oleh Kementerian Agama Republik Indonesia bagi madrasah tsanawiyah se-Indonesia. Sebanyak 229 orang siswa MTsN 2 Mataram turut mengikuti pelaksanaan UAMBN-BK yang digelar dari hari pertama dengan dibagi menjadi 2 (dua) ruangan. Masing-masing ruangan dibagi lagi menjadi 3 (sesi) dengan satu orang proktor dan pengawas pada tiap ruangan.

UAMBN merupakan ujian rutin yang digelar oleh Kementerian Agama Republik Indonesia setiap tahunnya yang bertujuan untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik pada akhir jenjang pada satuan pendidikan, sesuai dengan standar kompetensi lulusan yang ditetapkan secara nasional. Sedangkan fungsinya adalah sebagai bahan pertimbangan dalam penentuan pemetaan mutu madrasah,  umpan balik dalam perbaikan program pembelajaran pada MTs dan MA/MAK, sebagai alat pengendali mutu pendidikan,  dan pendorong peningkatan mutu pendidikan pada MTs dan MA/MAK.

Diungkapkan Kepala MTsN 2 Mataram Drs. H. Marzuki, M.Pd bahwa persiapan dan pelaksanaan UAMBN-BK di sini sudah cukup baik dari sisi peserta sudah jauh hari disiapkan, penataan ruang ujian sudah kondusif, server dan client sudah siap, pengawas ujian juga terdiri dari satu orang per ruang dan satu orang proktor serta satu orang teknisi pada tiap ruangan. Menurut H. Marzuki pelaksanaan UAMBN-BK tahun 2019 ini sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya dari segi mata pelajaran, pada tahun sebelumnya ada lima mata pelajaran yang diujikan sementara tahun 2019 ini dipangkas menjadi tiga mata pelajaran yakni Qur’an Hadist, Fiqih dan SKI, sedangkan untuk pelajaran Bahasa Arab dan Aqidah Akhlak masuk pada Ujian Sekolah Berstandar Nasional Berbasis Komputer (USBN-BK) yang akan dilaksanakan usai UAMBN-BK.

Lebih lanjut H. Marzuki mengakui selama pelaksanaan mulai hari pertama UAMBN-BK di madrasah yang dipimpinnya berjalan sesuai diharapkan secara teknis maupun non teknis tidak ada kendala apapun terjadi, “semua client peserta ujian yang berjumlah 40 client pada tiap ruangan tidak ada gangguan, laptop dan komputer yang digunakan sudah diverifikasi oleh proktor dan teknisi 2 (dua) hari sebelum pelaksanaan”, tandasnya. (@Ruslan Wahid)