mtsn2mataram_inmas- Dalam rapat evaluasi bulanan yang diikuti oleh seluruh Guru-guru dan karyawan staf tata usaha MTsN 2 Mataram dilaksanakan pada Selasa (12/3/2019) dihadiri oleh Pokjawas binaan MTsN 2 Mataram Hj. Siti Rubianingsih, SE untuk memberikan pembinaan terhadap guru-guru guna menyeragamkan penyusunan buku kerja 1 khususnya pada pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Kurikulum 2013 (K-13) edisi revisi terbatu tahun 2018.

Dijelaskan oleh Hj. Siti Rubianingsih bahwa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Kurikulum 2013 (K-13) edisi revisi 2018 yang terbaru harus memunculkan dan menginsert 4 (empat) macam poin yaitu memunculkan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), Literasi, Keterampilan abad 21, dan Higher Order of Thinking Skill (HOTS). “Maka sangat dibutuhkan kreatifitas guru untuk membuat RPP K-13 yang memunculkan keempat poin tersebut  sehingga menjadi RPP yang utuh dan baik, dalam menyusun RPP K-13 adalah mengintergrasikan PPK didalam pembelajaran dan mengintegrasikan literasi dalam RPP baik sebelum, sedang dan sesudah pembelajaran”, ungkap Hj. Siti Rubianingsih.

Menurut Hj. Siti Rubianingsih bahwa poin pertama yang harus dimunculkan di RPP K-13 adalah Gerakan PPK artinya dalam RPP perlu mengintegrasikan, memperdalam, memperluas, dan sekaligus menyelaraskan berbagai program dan kegiatan pendidikan karakter yang sudah dilaksanakan sampai sekarang seperti religius, nasionalisme, mandiri dan gotong royong. Sedangkan poin ke dua Gerakan Literasi Sekolah (GLS) menurutnya adalah Literasi bukan lebih dari sekadar membaca dan menulis, namun mencakup keterampilan berpikir menggunakan sumber-sumber pengetahuan dalam bentuk cetak, visual, digital, dan auditori yang berbasis TIK. Maka contoh sederhana untuk melakukan GLS bagi madrasah menurut Hj. Siti Rubianingsih dilaksanakan dengan cara Pojok Baca yaitu pada tiap-tiap ruang kelas disiapkan buku dan siswa diminta membaca buku tersebut minimal 15 menit sebelum pembelajaran, setelah itu dibuatkan tagihan tentang apa judul buku yang dibaca, isinya, dan nilai apa yang dapat dipetik dari buku tersebut.

Selanjutnya poin ke 3 adalah Keterampilan abad 21 dengan 4C, dijelaskan Hj. Siti Rubianingsih bahwa 4C pada poin 3 ini adalah Communication (berkomunikasi), Collaboration (berkolaborasi), Critical Thinking and Problem Solving (berpikir kreatif dan mampu memecahkan persoalan), dan Creativity and Innovation (menciptakan dengan kreativitas dan berinovasi dalam segala hal).

Keterampilan abad 21 mencangkup Communication, Collaboration, Critical Thinking and Problem Solving, dan Creativity and Innovation (4C). Inilah yang sesungguhnya ingin dituju dengan K-13, bukan sekadar transfer materi. Beberapa pakar menjelaskan pentingnya penguasaan 4C sebagai sarana meraih kesuksesan, khususnya di Abad 21, abad di mana dunia berkembang dengan sangat cepat dan dinamis. Penguasaan keterampilan abad 21 sangat penting, 4C adalah jenis soft skill yang pada implementasi keseharian, jauh lebih bermanfaat ketimbang sekadar pengusaan hard skill.

Kemudian poin yang terakhir yang ke 4 adalah Higher Order of Thinking Skill (HOTS). Diungkapkan oleh Hj. Siti Rubianingsih bahwa poin ke 4 ini adalah kemampuan berpikir kritis, logis, dan berpikir kreatif. “Ranah dari HOTS tersebut adalah analisis yakni kemampuan berpikir dalam menspesifikasi aspek-aspek atau elemen dari sebuah konteks tertentu; kemudian evaluasi adalah kemampuan berpikir dalam mengambil keputusan berdasarkan fakta/informasi; dan mengkreasi merupakan kemampuan berpikir dalam membangun gagasan atau ide-ide”, ungkap Hj. Siti Rubianingsih yang pernah menjadi guru di MTsN 1 Mataram.  (@ruslanwahid).