Debat Paslon ORSIMA MTsN 2 Mataram Jadi Wadah Nyata Pembelajaran Demokrasi Siswa

Photo bersama Kepala MTs.N 2 Mataram Lalau Istiqlal bersma Paslon ORSIMA MTs.N 2 Mataram

MATARAM — Suasana penuh semangat menyelimuti halaman utama MTsN 2 Mataram selesai Imtaq pagi Jumat, 24 September 2026 . Ratusan siswa dan para guru berkumpul menyaksikan agenda tahunan yang paling ditunggu, yakni Debat Terbuka Pasangan Calon (Paslon) Ketua dan Wakil Ketua Organisasi Siswa Madrasah (ORSIMA). Kegiatan ini diselenggarakan bukan sekadar rutinitas pergantian kepengurusan, melainkan sebagai wadah edukasi dan implementasi nyata pembelajaran demokrasi di lingkungan madrasah.

Acara diawali dengan penyampaian visi, misi, serta program kerja unggulan dari masing-masing kandidat. Sesi dilanjutkan dengan tahap tanya jawab interaktif dan debat antar-paslon yang dipandu oleh moderator. Para calon secara lugas memaparkan ide-ide inovatif mereka, mulai dari penguatan kegiatan keagamaan, peningkatan kedisiplinan, hingga pengembangan bakat akademik dan non-akademik siswa.

Atmosfer debat semakin dinamis ketika para kandidat saling bertukar gagasan dan memberikan tanggapan atas pertanyaan yang diajukan. Para siswa yang hadir sebagai audience terlihat antusias menyimak argumentasi dari tiap pasangan calon guna menentukan pilihan terbaik mereka saat pemungutan suara mendatang.

Kepala MTsN 2 Mataram L. Istiqlal, S.Ag menyampaikan bahwa ajang debat ini merupakan laboratorium demokrasi yang sangat efektif bagi para siswa. Melalui proses ini, siswa tidak hanya belajar cara menyampaikan pendapat secara kritis dan santun, tetapi juga dilatih untuk bersikap sportif, menghargai perbedaan pandangan, serta menggunakan hak pilih secara bijak dan bertanggung jawab.

Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua ORSIMA merupakan miniatur Pemilu yang menjadi sarana edukasi politik paling nyata bagi para siswa di lingkungan madrasah. Melalui tahapan ini, siswa tidak hanya belajar teori kewarganegaraan di kelas, tetapi langsung mempraktikkan nilai-nilai utama demokrasi.

Lalu Istiqlal juga menyampaikan beberapa aspek yang menjadikan Pemilihan ORSIMA sebagai miniatur Pemilu:

  1. Penerapan Tahapan Pemilu yang KompleksProses pemilihan dirancang menyerupai Pemilu sesungguhnya, mulai dari pembentukan panitia pemilihan (seperti KPU), pendaftaran kandidat, verifikasi berkas, pengundian nomor urut, penyampaian visi-misi, hingga kampanye terbuka dan debat.
  2. Implementasi Asas LUBER JURDIL Siswa diajar menggunakan hak pilihnya secara Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur, dan Adil. Saat pencoblosan atau, setiap siswa merasakan proses bilik suara hingga penghitungan suara secara terbuka.
  3. Menjadi wahana Edukasi Pemilih Cerdas (Smart Voter)                      Melalui sesi debat dan pemaparan program kerja, siswa dilatih menilai kandidat berdasarkan gagasan, rekam jejak, dan kualitas kepemimpinan, bukan sekadar popularitas atau pertemanan.
  4.  Budaya Siap Menang dan Siap Kalah. Ajang ini mengajarkan pendidikan karakter penting: bagaimana kandidat yang terpilih mengemban amanah dengan rendah hati, sementara yang belum terpilih dapat bersikap sportif dan tetap berkontribusi bagi madrasah.

Melalui pengalaman langsung ini, madrasah berhasil membentuk generasi muda yang sadar hak dan kewajiban politiknya serta siap menjadi warga negara yang kritis, berintegritas, dan demokratis di masa depan ungkap Kepala MTs.N 2 Mataram L. Istiqlal menutup sambutannya.

Rangkaian kegiatan debat terbuka ini berjalan aman, tertib, dan kondusif. Agenda ini diharapkan dapat melahirkan pemimpin ORSIMA yang berintegritas, berdedikasi tinggi, serta mampu membawa MTsN 2 Mataram menuju capaian prestasi yang lebih baik.

Scroll to Top