Bertemu tokoh agama, bersinergi mengawal tujuan pendidikan menuju Madrasah Hebat Bermartabat merupakan kiat posotif Kepala Madrasah yang patut diapresiasi. Setelah dilantik menjadi Kepala MTs.N 2 Mataram Bapak Sumber Hadi mengagendakan beberapa kegiatan, satu di antaranya adalah temu tokoh pada hari Sabtu, 17 Juli 2021

Kali ini agenda silaturrahim beliau adalah dengan seorang tokoh agama di lingkungan Rembiga. Tokoh dimaksud adalah Bapak TGH. Munir, sosok kharismatik yang sampai hari ini berusia 84 tahun masih menjadi figur sentral serta panutan bagi masyarakat di wilayah rembiga.

Silaturrahim ini tentu tidaklah wujud dalam ruang kosong (tidak muncul tiba-tiba). Ia berproses dalam ruang pikiran dan dialog dengan beberapa stake-holder. Jadi, agenda itu hadir sebagai akumulasi dari rasa ingin tahu Kepala Madrasah untuk menyelami dimensi sejarah berdirinya MTs.N 2 Mataram dengan segenap inisiator-inisiator hebat dengan visi yang sama untuk mendedikasikan sebagian hidupnya demi keberlangsungan proses  transformasi ilmu pengetahuan bagi generasi muda bangsa melalui sebuah lembaga pendidikan formal. JASMERAH (Jangan sekali-kali melupakan Sejarah) – begitulah adagium “melawan lupa” yang melatar belakangi munculnya agenda temu tokoh hari ini.

Sebagai mana diketahui bersama bahwa sebuah lembaga tidak akan wujud dan eksis tanpa inisiator yang memiliki spirit perjuangan yang tangguh serta niat  ikhlas. Untuk itu menjadi layak renungan-renungan masa silam bahwa pada era kejayaan dan kekuatan sepanjang sejarah Islam tercipta ketika terjadi kombinasi dua unsur, yaitu unsur keikhlasan dalam niat dan kemauan serta unsur ketepatan dalam pemikiran dan perbuatan. Inilah salah satu hasil kontempelasi   Bapak Kepala Madrasah sehingga segera mengagendakan silaturrahim dengan Bapak TGH. Munir.

Dalam  membuka dialognya Bapak Sumber Hadi menyampaikan salam ta’zhim dan ungkapan syukur kehadirat Allah Swt. serta ucapan terima kasih mewakili segenap Civitas MTs.N 2 Mataram atas partisipasi Bapak Tuan Guru dalam mendukung keberadaan dan keberlangsungan MTs.N 2 Mataram dari semenjak pertama kali didirikan hingga keberlangsungan proses pendidikan di Madrasah hingga hari ini .

Bapak Tuan Guru H. Munir kemudian mengawali perbincangannya dengan menyampaikan selamat kepada Bapak Sumber Hadi selaku Kepala Madrasah yang baru, lalu beliau melanjutkan dengan sebuah cerita tentang bagaimana proses dialog beliau dengan Bapak Wali Kota Mataram (H. Mohammad Ruslan, S.H.) di tahun 2003 lalu, ketika telah berdirinya bangunan Madrasah di atas lahan yang  sangat terbatas. Dalam benak beliau bangunan kecil di lahan terbatas tentu tidak akan dapat menampung siswa/i secara maksimal karena beliau yakin animo masyarakat untuk madrasah akan semakin meningkat karena pendidikan Islam adalah solusi bagi tantangan peradaban akibat arus globalisasi yang  tak terbendung.  Untuk itu beliau berniat menyerahkan beberapa petak tanah di samping bangunan MTs.N 2 Mataram kala itu dengan ganti rugi seikhlasnya dari pihak Pemerintah Kota Mataram, agar bangunan Madrasah dapat menampung siswa/i lebih banyak untuk keberlangsungan proses pendidikan di wilayah utara Kota Mataram.

Untuk diketahui bahwa semenjak berdirinya pada tahun 2003 atas dukungan yang sangat luar biasa dari Bapak Wali Kota Mataram H. Mohammad Ruslan, S.H. saat itu, bangunan MTs.N 2 Mataram berada di atas tanah milik Pemerintah Kota Mataram (Hak Guna Pakai) hingga tahun 2019 setelah dihibahkan oleh Bapak Wali Kota Mataram Drs. H. Ahyar Abduh.

Selain perannya dalam mendukung proses berdiri dan berlangsungnya proses pendidikan di wilayah utara Kota Mataram, ternyata Bapak Tuan Guru adalah pensiunan pegawai Departemen Agama dari tahun 1958 yang diakhir karirnya sebagai pengawas madrasah/sekolah.  Gayung bersambut,  keberadaan beliau selaku pemerhati sekaligus stake-holder yang bestatus pensiunan pegawai Kementerian agama Kota Mataram menjadikan dialog hari ini menjadi lebih hangat.

Menjadi penting untuk ditindaklanjuti dengan serius, ungkap Bapak Sumber Hadi bahwa lembaga pendidikan mensyaratkan keterlibatan secara aktif segenap komponen kelembagaan, baik eksternal dari unsur masyarakat – wali murid (stake-holder) maupun internal selaku pengelola dalam rangka mengawal dan mewujudkan visi Madrasah menuju madrasah yang  berkwalitas.

Selain itu temu tokoh merupakan momentum mendulang barokah dari para alim ulama guna menggapai ridha Allah Swt. dalam ikhtiar mengembangkan pendidikan di Madrasah khususnya di MTs.N 2 Mataram.  Menghormati para ulama atau tuan guru merupakan manifestasi dari penghargaan yang tinggi terhadap ilmu ungkapnya.

Jadi temu tokoh merupakan ikhtiar untuk penguatan tali silaturrahim, mendulang barokah,  bersinergi, serta berkontribusi pada tugas dan fungsi masing-masing elemen guna mewujudkan kwalitas pendidikan yang lebih baik menuju Madrasah Hebat Bermartabat. Untuk itu  Kerja team dengan harmonisasi segenap komponen adalah prasyarat mutlak jika berkemajuan menjadi tujuan.

Team Humas MTs.N 2 Mataram