mtsn2mataram – Dalam mengajarkan materi kepada siswa seorang guru dituntut untuk mengembangkan metode pembelajaran agar suasana belajar menjadi aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan atau lebih dikenal dengan istilah pembelajaran PAKEM yakitu pembelajaran menitikberatkan keaktifan siswa bukan orientasi dominasi bagi guru. Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya, mempertanyakan, dan mengemukakan gagasan.

Belajar memang merupakan suatu proses aktif dari si pembelajar dalam membangun pengetahuannya, bukan proses pasif yang hanya menerima kucuran ceramah guru tentang pengetahuan.  Sehingga, jika pembelajaran tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan aktif, maka pembelajaran tersebut bertentangan dengan hakikat belajar.

Salah satu guru PPKn MTsN 2 Mataram Dra. Masitah Rifa’iah yang mengajar di kelas IX mencoba menerapkan dan mengembangkan metode pembelajaran sebagai inovasi baru pada materi Keanekaragaman budaya semester genap dengan metode sosiodrama yaitu salah satu metode pembelajaran dengan bermain peran untuk memecahkan masalah-masalah yang berkaitan dengan fenomena sosial, permasalahan yang menyangkut hubungan antara manusia seperti masalah kenakalan remaja, narkoba, gambaran keluarga yang otoriter, dan lain sebagainya. Sosiodrama digunakan untuk memberikan pemahaman dan penghayatan akan masalah-masalah sosial serta mengembangkan kemampuan siswa untuk memecahkannya.

Dra. Masitah mengatakan bahwa belajar dengan sosiodrama dapat membangkitkan semangat keaktifan siswa dalam memahami materi pelajaran yang dikaitkan dengan peristiwa yang terjadi dalam kehidupan manusia, “Dengan metode sosiodrama ini anak-anak berlatih dan belajar untuk bermain peran dengan mendramatisasi kehidupan nyata atau konflik yang belum terselesaikan yang terjadi di masyarakat dan sistem sosial yang membentuk kita secara individu dan kolektif“, jelas Dra. Masitah.

Menurut Dra. Masitah bahwa teknik sosiodrama sangat tepat digunakan dalam pembelajaran PPKn untuk mencapai tujuan yang mengarah pada aspek afektif motorik dibandingkan pada aspek kognitif, terkait dengan kehidupan hubungan sosial, melalui permainan sosiodrama, siswa diajak untuk mengenali, merasakan suatu situasi tertentu sehingga mereka dapat menemukan sikap dan tindakan yang tepat seandainya menghadapi situasi yang sama. Maka pada pembelajaran sosiodrama guru lebih bersifat sebagai fasilitator yang menyampaikan sebuah prolog memperkenalkan topik yang disesuaikan dengan peserta didik, selain itu guru juga bisa bertindak sebagai aktor, sutradara atau penonton.

Adapun langkah-langkah menerapkan metode sosiodrama adalah pada awal pembelajaran guru memperkenalkan aturan main dari model pembelajaran yang akan digunakan kepada siswa, kemudian Kelas dibagi menjadi beberapa kelompok. Selanjutnya guru mengarahkan siswa untuk menentukan tema dan skenario yang meliputi situasi, masalah, peristiwa dan latar. Lalu Siswa secara bergantian memerankan drama yang telah disiapkannya. Pada akhir sosiodrama guru mengarahkan pada diskusi dimana proses ini guru dan siswa memberikan komentar, kesimpulan, atau catatan mengenai topik yang diangkat dalam sosiodrama dan tanggapan mengenai penampilan siswa. (@ruslanwahid)